BFI MENDAPATKAN FASILITAS PINJAMAN

On October 6, 2013

BFI MENDAPATKAN FASILITAS PINJAMAN BERJANGKA SINDIKASI
SENILAI USD80 JUTA

Standard Chartered Bertindak sebagai Lead Arranger

butuhdanatunai.com – PT BFI Finance Indonesia Tbk (“BFI”), perusahaan multifinance mandiri terkemuka di Indonesia, mendapatkan Fasilitas Pinjaman dana Berjangka Sindikasi (“Fasilitas”) dari 16 bank senilai USD80 juta selama 3 tahun yang diselenggarakan oleh Standard Chartered Bank.

Fasilitas ini telah berhasil membuat minat sindikasi dengan jumlah komitmen dua kali lipat lebih dari jumlah penutupannya senilai USD80 juta.

Pendapatan proforma BFI melesat tinggi dengan Tingkat perkembangan Tahunan Gabungan atau CAGR sebesar 22% dalam 5 tahun terakhir, dan Perusahaan mengalami perkembangan sebesar 38% dari tahun-ke-tahun dari periode Januari 2012 hingga Januari 2013. Seiring dengan bisnis Perusahaan yang semakin maju, BFI membutuhkan mitra bisnis terpercaya untuk mendorong perkembangan Perusahaan, dan Standard Chartered Bank telah membuktikan diri sebagai bank yang kuat dan mampu menjalin hubungan yang erat dan mengenalkan Perusahaan pada para pengusaha perbankan baru dalam hal pengaturan sindikasi pinjaman dana.

Fasilitas itu digunakan untuk dana modal kerja Perusahaan dengan cara keseluruhan dalam rangka mendorong kegiatan bisnis Pembiayaan Konsumen dan Sewa Pembiayaan. BFI juga mengadakan transaksi pertukaran antar mata uang yang bertdiharapkan untuk melindungi terhadap fluktuasi nilai mata uang asing dan eksposur suku bunga atas transaksi ini. Transaksi ini adalah fasilitas sindikasi keempat dan terbesar yang di dapatkan Perusahaan sampai saat ini.

Perjanjian pembiayaan ini adalah sebagian dari komitmen Standard Chartered Bank untuk mendorong perkembangan jangka panjang kepada perekonomian negara. Sebagai pelaku utama dalam bidang perbankan skala besar, Standard Chartered menawarkan ruang lingkup solusi keuangan yang inovatif dan fleksibel dalam hal pengelolaan kas, pembiayaan perniagaan dan layanan sekuritas untuk para nasabah korporasi dan institusi.

Sebelumnya Standard Chartered Indonesia pernah memberikan fasilitas pinjaman senilai USD30 juta kepada BFI pada tahun 2007, yang setelah itu diikuti oleh pinjaman sindikasi luar negeri senilai JPY2,889 juta dan USD7 juta pada tahun 2008. Pada tahun 2010, Standard Chartered juga memberikan pinjaman kepada BFI Rp300 miliar berupoa fasilitas modal kerja bilateral dan pinjaman berjangka sindikasi dalam mata uang US Dollar dengan beberapa bank lainnya senilai USD37 juta. Fasilitas sindikasi yang terakhir diberikan bernilai USD60 juta dan telah dicairkan pada tahun 2011.

Profil PT BFI Finance Indonesia Tbk.

BFI berupa perusahaan multifinance independen yang berkonsentrasi kepada penyediaan Sewa Pembiayaan dan Pembiayaan Konsumen di banyak wilayah kepulauan besar di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1982, Perusahaan ini berupa salah satu perusahaan pembiayaan tertua di Indonesia dan telah berkembang menjadi salah satu pelaku utama di dalam bisnis sewa pembiayaan alat-alat berat dan pembiayaan otomotif di negeri ini.

BFI telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1990, dan sebuah konsorsium yang dipimpin oleh TPG Capital membentuk Trinugraha Capital saatTPG Capital mengambil alih sebagian besar saham BFI pada bulan Mei 2011. Perusahaan mendapatkan peningkatan peringkat menjadi “A+(idn)” denganStable Outlook oleh Fitch Ratings pada bulan Januari 2013, sehingga BFI menjadi perusahaan multifinance independen dengan kedudukan tertinggi di Indonesia dan mencerminkan kinerja keuangan yang bagus, tim manajemen yang berpengalaman, permodalan yang tinggi, dan berbagai keunggulan kompetitif sebagai salah satu perusahaan multifinance domestik terbesar di Indonesia, yang menjadikan Perusahaan terus bertahan terhadap siklus ekonomi dan volatilitas pasar.

Saat ini BFI memiliki 214 jaringan kantor cabang yang berlokasi di seluruh Indonesia dan lebih dari 6.000 karyawan. Pada akhir tahun 2012, BFI mencatat jumlah aset sebesar Rp6.570 miliar (setara dengan USD692 juta), jumlah portofolio piutang bersih sebesar Rp5.940 miliar (USD625 juta) dan jumlah ekuitas senilai Rp2.862 miliar (USD301 juta). Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012, Perusahaan mencatat jumlah pendapatan sebesar Rp1.551 miliar (USD163 juta) dan laba bersih sesudah pajak sebesar Rp490 miliar (USD52 juta).

 

Standard Chartered – Terdepan di Asia, Afrika dan Timur Tengah

Standard Chartered adalah pemimpin grup perbankan bertaraf internasional. Grup Perusahaan ini telah berjalan selama lebih dari 150 tahun di beberapa wilayah pasar paling dinamis di dunia dan 90% dari pendapatan serta labanya diperoleh dari kawasan Asia, Afrika dan Timur Tengah. Fokus terhadap geografis tertentu ini dan komitmen untuk mengembangkan hubungan yang erat dengan para klien dan nasabahnya telah mendorong pertumbuhan Bank dalam beberapa tahun terakhir. Standard Chartered PLC telah tercatat di bursa saham London dan Hong Kong, serta Bursa Saham Bombay dan Bursa Saham Nasional di India.

Dengan dukungan 1.700 kantor di 70 negara, Grup Perusahaan ini menawarkan kesempatan berkarir tingkat internasional yang menarik dan menantang bagi 87.000 karyawannya. Perusahaan berkomitmen untuk membuat bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang dan dipercaya di seluruh dunia untuk menjunjung tinggi standar tata kelola perusahaan, tanggung jawab sosial, perlindungan lingkungan dan keragaman karyawannya. Warisan dan nilai-nilai dariStandard Chartered diungkapkan melalui pernyataan komitmen, “Di Sini untuk Selamanya.”

Sebagai salah satu perusahaan perbankan tertua di Indonesia, Standard Chartered Bank memiliki pengalaman operasional selama 150 tahun yang dimulai sejak tahun 1863. Dengan 27 kantor cabang di 7 kota besar di Indonesia yang meliputi Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan dan Makassar, dan jaringan ATM Bersama di lebih dari 49.000 lokasi, membuat Bank ini menjadi salah satu dari bank internasional dengan penyebaran geografis terbesar di Indonesia. Standard Chartered juga berinvestasi sebagai pemegang saham di Bank Permata.

Leave a Reply

Your email address will not be published.