Cara tepat mengatur keuangan Keluarga

On April 17, 2016

jika anda masih muda mungkin bisa baca artikel terkait tips mengelola keuangan untuk anak mudauntuk mengatur keuangan keluarga yang sering menjadi permasalahan dan biasanya terjadi dalam rumah tangga, bukan permasalahan ekonomi yah yang akan dibahas, tetapi permasalahan keuangan yang sering tidak teratur.

seberapa besarpun penghasilan suami bahkan istri yang juga ikut mencari penghasilan sebagai tambahan akan tidak teratur dan bahayanya dan akan merasa kekurangan.

Kemudian akan terjadi penyesalan terhadap keadaan keuangan keluarga karena tidak pandai mengaturnya, seperti yang saya katakan pada paragraph pertama pada zaman ini karena kebutuhan keluarga sangat tinggi istripun rela membantu suami untuk mencari tambahan penghasilan.

bayangkan sudah cape bekerja sebulan penuh dengan harapan keuangan yang dihasilkan mencukupi ternyata diluar harapan, hasil bekerja sebulan penuh habis tanpa sisa dan parahnya lagi sebelum akhir bulan sudah habis terpakai.

perencanaan-keuangan

Semua hal diatas tentunya menjadi momok menakutkan yang kerap kali terjadi terhadap keuangan keluarga, biasanya untuk keluarga muda atau keluarga baru pengaturan keuangan masih belum bisa diterapkan secara sempurna karena masih memikirkan keinginan yang harus terpenuhi. alhasil keuangan selesai sebelum waktunya.

Untuk mengatur itu semua dibutuhkan kerja sama antara sang suami dan istri yang baik serta komitmen dalam pengaturan keluarga, karena dalam pengaturan keuangan bukan hanya sementara, tapi untuk selamanya.

Dengan mengatur keuangan keluarga juga dapat mewujdkan keinginan didepan seperti membeli rumah untuk keluarga muda atau untuk investasi, tentu semua orang memiliki harapan kebebasan financial disaat usia menua, oleh karena itu jika hal tersebut adalah harapan anda, mulailah mengatur keuangan keluarga sekarang juga.

Untuk tahapan awal dalam mengatur keuangan keluarga adalah dengan memahami keadaan keuangan itu sendiri, sebelum melangkah lebih jauh dalam hal ini perhatikan dan analisa bagaimana keadaan keuangan keluarga, seperti berapa total pemasukan atau penghasilan keluarga baik dari pihak suami atau istri, menggabungkan keduanya akan lebih baik lagi.

Setelah mengetahui keadaan pemasukan keuangan keluarga kemudian memahami keadaan keuangan keluaran, maksudnya adalah mengetahui keseluruhan beban hutang seperti tagihan Kredit kendaraan, Kartu kredit, serta pengeluaran yang sejenisnya,

setelah semua diketahui segera catat keadaan keuangan tersebut, untuk mencatatnya secara sederhana agar lebih memudahkan. untuk tahapan kedua adalah mengatur rencana keuangan keluarga, setelah keadaan keuangan diketahui baik dari sisi pemasukan atau pengeluaran dan sudah mencatatnya dengan sangat jelas langkah selanjutnya adalah mengatur keadaan keuangan tersebut.

Mengaturnya dengan membuat perencanaan per bulan, dengan membuat perencanaan daftar pembelian kebutuhan keluarga, serta pengeluaran yang harus dibayarkan seperti hutang untuk tiap bulannya.

Ingat dalam hal ini kebutuhan keluarga terutama yang pokok harus terpenuhi, jangan terlalu menguranginya dalam pengaturan keuangan pada tahapan ini, setelah pengaturan yang berorientasi pada kebutuhan barulah sisihkan atau masukan dalam rencana pengaturan keuangan tersebut anggaran atau biaya untuk hiburan, seperti makan diluar bersama keluarga, ke salon untuk sang istri.

dan juga buaya lainnya tentu dalam hal ini jangan menggunakan biaya terlalu besar, lebih kreatif dalam menentukan hiburan dengan anggaran yang rendah adalah tugas anda berikutnya.

Untuk tahapan selanjutnya adalah Sebisa mungkin menghindari Hutang, pada point kedua tadi pada keadaan keuangan keluaran tentu sangat membikin setres ketika melihat jumlah hutang yang teramat tinggi,  jika sudah memiliki hutang sebaiknya segera melunasi dan tidak menambah atau menimbulkan hutang kembali kedepannya.

Karena hutang akan membunuh keuangan keluarga secara perlahan, apalagi hutang yang didasari oleh pembelian berdasarkan keinginan ini akan sangat bahaya kedepannya, berhutang boleh saja asal memang dalam keadaan sangat mendesak, atau untuk kebutuhan modal usaha yang kelak menghasilkan timbalik balik (pemasukan) dari hutang tersebut.

 

Comments are closed.